Monday, 28 September 2020 - Buka jam 08.00 s/d jam 17.00 , Sabtu- Minggu libur
Home » Uncategorized » Teknologi Tepat Guna yang Mendukung Penguatan Sistem Inovasi di Daerah

Konferensi Nasional Teknologi Tepat Guna III Tahun 2016
“Teknologi Tepat Guna Untuk Mendukung Penguatan Sistem Inovasi di Daerah”
Kerja Sama :
Pusat Pengembangan Teknologi Tepat Guna – LIPI, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah
Latar Belakang

Mesin parut kelapa, mesin peras santan, mesin pengupas kelapa, mesin pemarut kelapa

Pembangunan ekonomi masyarakat sangat dipengaruhi secara signifikan oleh Perkembangan ekonomi global. Implikasinya pembangunan ekonomi masyarakat makin perlu diarahkan pada pengembangan ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy) yang lebih menekankan pada aspek pengetahuan dan inovasi. Dalam konteks tersebut pemanfaatan iptek menjadi basis pengembangan ekonomi masyarakat. Di sisi lain, Pengembangan pengetahuan (dan teknologi) perlu difokuskan pada upaya pengembangan yang berbasiskan potensi/kekayaan sumber daya yang dimiliki. Oleh karenanya, keragaman potensi daerah/lokal, teknologi masyarakat (indigenous/grassroot technology) dan penguatan usaha kecil menengah (UKM) merupakan hal penting dalam agenda pembangunan ekonomi daerah yang berdaya saing baik secara secara lokal, nasional, maupun internasional. Taufik (2005:5) menyatakan bahwa daya saing global makin ditentukan oleh kuatnya faktor-faktor lokalitas yang ada dan upaya peningkatannya serta diiringi dengan penguatan kohesi sosial masyarakat yang maju.

Dalam cara pandang demikian, pembangunan berbasis pengetahuan mewujud dalam Pengembangan Sistem Inovasi Nasional yang menjadi agenda nasional sesuai dalam UU no 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJN) 2005-2025 dan UU no 18 tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Penguatan Sistem Inovasi Nasional menjadi wahana utama dalam meningkatkan daya saing dan kohesi sosial demi mewujudkan masyarakat yang sejahtera, adil, maju, mandiri, dan beradab. Implikasinya, pembangunan daerah makin diarahkan pada penguatan potensi lokal yang menjadi pendukung utama pelaksanaan pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy). Pembangunan ekonomi daerah itu sendiri merupakan suatu proses yang mencakup pembentukan-pembentukan institusi baru, pembangunan industri-industri alternatif, perbaikan kapasitas tenaga kerja yang ada untuk menghasilkan produk dan jasa yang lebih baik, identifikasi pasar-pasar baru, alih ilmu pengetahuan, dan pengembangan perusahaan-perusahan baru. Setiap upaya pembangunan ekonomi daerah mempunyai tujuan utama untuk meningkatkan jumlah dan jenis peluang kerja untuk masyarakat daerah. Dalam upaya untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah daerah dan masyarakat harus secara bersama-sama mengambil inisiatif pembangunan daerah. Oleh karena itu, pemerintah daerah beserta partisipasi masyarakatnya dan dengan menggunakan sumberdaya yang ada harus memanfaatkan potensi sumberdaya yang mempunyai nilai tambah jual dalam membangun perekonomian daerah (Lincolin Arsyad, 1999).

Lahirnya Peraturan Bersama Menteri Riset dan Teknologi, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia No. 3 Tahun 2012 dan No. 36 Tahun 2012 tentang Penguatan Sistem Inovasi Daerah menjadi landasan pemerintah dalam menumbuhkembangkan peningkatan produktivitas daya saing nasional maupun daerah yang menuntut adanya peningkatan kapasitas inovatif. Dalam peningkatan daya saing dan kapasitas inovatif diperlukan adanya agenda strategis yang harus dilaksanakan dengan komitmen tinggi. Agenda strategis disusun berdasarkan landasan sistem inovasi daerah, termasuk penguatan kelembagaan, mekanisme hubungan dan dokumen rencana.

Dalam implementasi sistem inovasi di daerah, syarat penting dalam meningkatkan kapasitas daya saing daerah terletak pada harmonisasi dan sinkronisasi yang menghasilkan sinergi positif antarsektor pembangunan ekonomi dan Iptek. Agar Penguatan sistem inovasi wilayah mempunyai kontribusi positif dalam memperkuat ekonomi daerah, maka penguatan sistem inovasi di daerah harus merupakan bagian integral Rencana Induk Pembangunan (RIP) lima tahunan Provinsi/Kabupaten yang tertuang dalam RPJMD Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

Membangun daya saing daerah merupakan suatu strategi yang potensial untuk diterapkan di Provinsi/Kabupaten dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah. Untuk mewujudkan interaksi antarsektor riil di dan antardaerah diperlukan adanya pendekatan yang terintegrasi dan strategi kebijakan yang menyeluruh, oleh karena itu, penguatan sistem inovasi di daerah diharapkan dapat memberikan dampak bagi peningkatan kesejahteraan rakyat di daerah.

Salah satu strategi untuk mempercepat kemajuan ekonomi masyarakat dalam menghadapai persaingan global adalah melakukan percepatan pembangunan melalui upaya pemberdayaan masyarakat di berbagai bidang kehidupan melalui implementasi teknologi tepat guna. Peranan Teknologi Tepat Guna (TTG) apabila dimanfaatkan secara optimal diyakini akan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, memberikan nilai tambah produk, perbaikan mutu dan membantu dalam mewujudkan usaha produktif yang efisien. Implementasi Teknologi Tepat Guna dipandang sebagai sebuah strategi untuk mengoptimalkan pendayagunaan semua aspek sumberdaya lokal (alam, manusia, teknologi, sosial) secara berkelanjutan yang mampu memberikan nilai tambah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan pada gilirannya akan memberikan kontribusi dalam peningkatan daya saing bangsa. Secara teknis teknologi tepat guna merupakan jembatan antara teknologi tradisional dan teknologi maju. Dalam proses pengalihan teknologi tepat guna kerap ditemukan adanya kesenjangan yang cukup besar antara pemberi teknologi dengan masyarakat sebagai penerima teknologi. Mengingat faktor-faktor tersebut dan adanya keterbatasan modal maka dalam proses alih teknologi kepada masyarakat diperlukan bantuan berbagai pihak yang berkepentingan, baik Pemerintah maupun non-Pemerintah, termasuk skema pendanaan mikro (microfinancing) baik dari perbankan mapun lembaga keuangan lainnya.

Dalam konteks ini pemanfaatan teknologi tepat guna memiliki peran yang sangat strategis di dalam mendorong tumbuhkembangnya kegiatan inovatif di masyarakat. Strategisnya peran tersebut menjadi lebih relevan mengingat Indonesia harus bersiap menghadapi ketatnya persaingan usaha dengan pemberlakuan kawasan yang terintegrasi secara ekonomi yang dikenal sebagai Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Salah satu aspek yang menjadi fokus MEA adalah terbentuknya kawasan yang memiliki perkembangan ekonomi yang merata, dengan memprioritaskan pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Kemampuan daya saing UMKM tersebut perlu dilindungi dengan kebijakan pemerintah yang memberikan akses yang lebih luas terhadap informasi, kondisi pasar, pengembangan sumber daya manusia dalam hal peningkatan kemampuan, keuangan, serta teknologi. Saat ini disadari iklim usaha di Indonesia belum kondusif untuk para pelaku UMKM. Sebagai salah satu perangkat ekonomi masyarakat ekonomi lemah dan miskin, UMKM sudah seharusnya dijadikan prioritas pembangunan. Apabila UMKM berkembang maka akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin, dan pada gilirannya akan memperkecil kesenjangan pendapatan di Indonesia. Pemanfaatan teknologi tepat guna yang sesuai dengan situasi lokal pada gilirannya akan mendorong optimalisasi sumber daya alam sehingga melahirkan kemandirian masyarakat yang dibarengi dengan kegiatan-kegiatan inovatif.

Dengan dasar pemikiran tersebut di atas maka penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang merupakan kebutuhan mendasar bagi pertumbuhan ekonomi, pencapaian kesejahteraan dan peningkatan kegiatan inovasi masyarakat. Akan tetapi, tanpa mempertimbangkan unsur ketepatgunaan, teknologi (iptek) belum tentu mampu berperan sebagai pendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat yang berkeadilan. Pemberdayaan masyarakat tidak serta merta dapat dicapai hanya melalui pemanfaatan teknologi saja. Di dalam Instruksi Presiden No 3 tahun 2001 tentang Pengembangan dan Penerapan Teknologi Tepat Guna, kepentingan masyarakat harus diletakkan di depan, sehingga untuk menghasilkan nilai tambah ekonomi yang merata dan berkelanjutan strategi pengembangan, penerapan dan pemasyarakatan teknologi harus mempertimbangkan aspek sosial budaya yang berkembang dan mengakar.

Berbagai jenis dan ragam teknologi tepat guna sudah dikembangkan oleh berbagai pihak, baik dari pemerintah, akademisi dalam lingkup penelitan dan perekayasaan maupun dari dunia usaha. Berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan TTG yang dilakukan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia TTG pun dapat dikelompokkan ke dalam beberapa jenis teknologi, seperti: alat TTG pengolahan pangan, alat TTG pemanfaatan energi, alat TTG penyediaan infrastruktur, alat TTG pengelolaan lingkungan dan alat TTG pemampuan ekonomi. Tentunya alat-alat TTG tersebut dirancang dan disesuaikan dengan kebutuhan, potensi sumber daya alam dan kemampuan masyarakat penggunanya sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal.

Didasari pemikiran tersebut di atas, dan sebagai kelanjutan pelaksaan KNTTG I 2014 dan II 2015, konferensi ini dirancang sebagai forum pertemuan dan pertukaran pendapat para pemangku kepentingan Teknologi Tepat Guna guna membahas isu penting tentang (1) upaya-upaya peningkatan pemanfaatan teknologi tepat guna dalam mendukung penguatan sistem inovasi di daerah; (2) mengevaluasi pelaksanaan rumusan hasil KSNTTG II ; dan (3) merumuskan strategi peningkatan upaya-upaya pemanfaatan TTG untuk mendukung sistem inovasi di daerah dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penyelenggaraan kegiatan KSNTTG III 2016 ini sendiri merupakan kegiatan kerjasama antara Pusat Pengembangan Teknologi Tepat Guna- LIPI, Kemenristekdikti dan Pemerintah Provinsi Daerah Jawa Tengah dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan HAKTEKNAS sekaligus merupakan bagian dari peringatan Ulang tahun LIPI dan Ulang Tahun Provinsi Jawa Tengah.

Maksud dan Tujuan
Maksud penyelenggaraan Konferensi dan Seminasr Nasional Teknologi Tepat Guna ke III ini adalah sebagai pertemuan lanjutan dari Konferensi dan Seminar Nasional TTG (KSNTTG) I di Bandung tahun 2014 dan KSNTTG II di Musi Banyuasin tahun 2015.

Tujuan Umum
Secara Umum, pelaksanaan Konferensi dan Seminar Nasional Teknologi Tepat Guna ini diharapkan mampu menyumbangkan pemikiran strategis dalam merumuskan pendekatan pemanfaatan teknologi tepat guna untuk mendukung kebijakan penguatan inovasi wilayah yang berbasis ekonomi kerakyatan.

Tujuan Khusus
Tujuan dari penyelenggaraan Konferensi dan Seminar Nasional Teknologi Tepat Guna ke III ini antara lain :

Mempertemukan kembali para pemangku kebijakan Teknologi Tepat Guna di Indonesia.
Merumuskan strategi peningkatan upaya-upaya pemanfaatan TTG untuk mendukung penguatan sistem inovasi di daerah
Merumuskan rencana tindak strategis (action plan) pemanfaatan teknologi tepat guna untuk mendukung kebijakan penguatan sistem inovasi wilayah yang berbasis ekonomi kerakyatan.
Bentuk Kegiatan
Konferensi Nasional Teknologi Tepat Guna ke III ini berupa rangkaian acara selama 3 (tiga) hari yang diisi dengan orasi, diskusi dan seminar ilmiah, serta pameran Teknologi Tepat Guna. Orasi ilmiah akan diberikan oleh narasumber Nasional yang akan mempresentasikan arti penting TTG dalam mendukung penguatan sistem inovasi wilayah. Diskusi akan diselenggarakan untuk merumuskan langkah-langkah strategis untuk diimplementasikan dalam kebijakan yang lebih luas. Seminar akan diisi oleh para akademisi, peneliti, mahasiswa, dan masyarakat umum. Pameran TTG akan diisi oleh berbagai hasil inovasi Masyarakat, UKM maupun Industri yang diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi peserta yang hadir.

Luaran
Luaran yang Diharapkan :

Deklarasi Jawa Tengah tentang rumusan strategis Pemanfaatan TTG untuk Mendukung Penguatan Sistem Inovasi di daerah.
Mengevaluasi hasil-hasil rumusan KSNTTG sebelumnya.
Rekomendasi Kebijakan
Rencana program RPJMN bidang pemanfaatan Teknologi Tepat Guna
Peserta
Peserta Konferensi, terbatas pada undangan, yakni :

Pembicara Kunci
Perwakilan dari lembaga penyelenggara program teknologi tepat guna (kementerian, pemerintahan, perguruan tinggi dan praktisi), antara lain:
Kemenristek Dikti, Kemendes, dan lain-lain.
LPNK riset dan pengembangan: BPPT, LIPI, dan lain-lain
Badan Perencana: Bappenas, Bappeda
Lembaga Keuangan
Assosiasi
Kantor PMD seluruh Kabupaten
Institusi riset di Pemda: Balitbangda
Para Profesional: Peneliti, akademisi, pengusaha, pengelola industri, dan lain-lain.

Penyelenggara
Konferensi Nasional TTG III ini diselenggarakan atas kerja sama antara Pusbang TTG – LIPI Subang, Jawa Barat, Kemenristek Dikti, dan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah.

Format Konferensi dan Seminar

Konferensi
Konferensi ini dirancang sebagai sarana pertukaran informasi dan pengalaman berbagai lembaga (pemerintah dan non pemerintah), akademisi dan praktisi terkait pengembangan dan pemasyarakatan teknologi tepat guna, maka beberapa hal berikut menjadi ketentuan :

Peserta Konferensi akan dibagi dalam 3 (tiga) komisi, yang membahas 3 (tiga) topik utama sesuai dengan tema konferensi, yakni “Teknologi Tepat Guna untuk Mendukung Penguatan Sistem Inovasi di Daerah”, yaitu:

Tema pokok adalah : “Teknologi Tepat Guna untuk Mendukung Penguatan Sistem Inovasi di Daerah”.

Pokok Bahasan berasal dari Materi Presentasi Pembicara Kunci dan isu spesifik yang dipandang penting sesuai tema pokok

Diskusi berupa komunikasi interaktif – yang dipandu oleh Fasilitator
Hasil Diskusi akan dirangkum oleh Tim Perumus dan didokumentasikan dalam bentuk DEKLARASI RUMUSAN AKHIR untuk disampaikan pada peserta konferensi dan diteruskan kepada lembaga relevan yang menangani kebijakan dan pemanfaatan teknologi tepat guna
Pengembangan Wahana TTG untuk Mendukung Penguatan Sistem Inovasi di Daerah
Strategi Pengembangan SDM untuk mendukung penguatan sistem inovasi di daerah.
Program dan Skema Pendanaan TTG untuk mendukung penguatan sistem inovasi di daerah.
Seminar
Kegiatan seminar akan dibagi ke dalam 3 (tiga) bidang sesuai dengan tema konferensi. Bidang-bidang tersebut adalah :

Reviewer yang terlibat dalam kegiatan seminar terdiri dari unsur akademisi, lembaga litbang dan kementrian terkait. Semua makalah yang diterima dan lolos seleksi akan diterbitkan di prosiding nasional.

Ketahanan Pangan Berbasis Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna untuk Mendukung Penguatan Sistem Inovasi di Daerah
Energi Baru dan Terbarukan Berbasis Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna untuk Mendukung Penguatan Sistem Inovasi di Daerah
Diseminasi Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna untuk Mendukung Penguatan Sistem Inovasi di Daerah
Keynote Speaker dan Narasumber
Keynote Speaker
Keynote speaker yang akan diisi oleh Menteri Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Narasumber
Narasumber merupakan pakar, tenaga ahli, praktisi dan pemangku kebijakan nasional baik dari kementrian, lembaga pemerintah non kementrian, perguruan tinggi, pemerintah provinsi/daerah, pelaku usaha dan praktisi. Adapun tema yang diusung masing-masing narasumber adalah sebagai berikut :

LIPI
Peranan lembaga litbang dalam pemanfaatan Teknologi Tepat Guna untuk Mendukung Peningkatan Sistem Inovasi di Daerah

Bappenas
Perencanaan dan program Nasional Pemanfaatan TTG untuk Mendukung Peningkatan Sistem Inovasi di Daerah

Kemenristekdikti
Pembangunan Ekonomi Berbasis Iptek Melalui Penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa)

Kemendes
Penerapan UU Desa dalam Upaya Pemanfaatan TTG dalam Mendukung Penguatan Sistem Inovasi di Daerah.

Pemerintah Provinsi/Daerah Jawa Tengah
Strategi Pengembangan Klaster Inovasi dalam Rangka Penguatan Sistem Inovasi di Jawa Tengah

Praktisi Bisnis/Pelaku Usaha
Strategi Pengembangan TTG dalam Menunjang Usaha Berbasis Inovasi

Tanggal Penting

Konferensi Nasional TTG III ini akan diselenggarakan selama 2 (dua) hari pada tanggal 8 s.d. 9 Agustus 2016 di Solo

Sumber : http://www.opi.lipi.go.id/pertemuan.cgi?date&&&1456889488&Indonesia&1228964432

Sivitas Terkait : Dr. Ir. Yoyon Ahmudiarto M.Sc.IPM.

pencarian dari google:

  • pemerintah memprioritaskan kebijakan penciptaan lapangan kerja Padat Karya pembangunan infrastruktur sampai ke pelosok Desa menciptakan iklim usaha yang kondusif dan pemilihan teknologi tepat guna merupakan strategi menghadapi ancaman di bidang apa
  • latar belakang teknologi tepat guna makanan lokal
  • menganalisis pemerintah memprioritaskan kebijakan penciptaan lapangan kerja padat karya pembangunan imfra struktur sampai ke pelosok desa penciptaan iklim usaha yang kondusif dan pemilihan teknologi tepat guna merupakan strategi menghadapi ancaman
  • pemerintah memprioritaskan kebijakan penciptaan lapangan kerja padat karya pembangunan infra struktur sampai ke pelosok desa penciptaan iklim usaha yang kondusif dan pemilihan teknologi tepat guna merupakan strategi menghadapi ancaman?

Manfaat Teknologi Tepat Guna Atau TTG

20 March , 2020 , Kategori : Uncategorized
Manfaat Teknologi Tepat Guna Atau TTG

Pengertian Teknologi Tepat Guna(TTG) Teknologi tepat guna atau yang  disingkat dengan TTG adalah  teknologi yang digunakan dengan sesuai( tepat guna). Ada yang menyebutnya teknologi tepat guna sebagai teknologi yang telah dikembangkan secara tradisional, sederhana dan proses pengenalannya banyak ditentukan oleh keadaan lingkungan dan... baca selengkapnya

Manfaat Buah Naga bagi Kesehatan

4 November , 2017 , Kategori : Uncategorized
Manfaat Buah Naga bagi Kesehatan

Manfaat Buah Naga bagi Kesehatan,  Buah menjadi salah satu kudapan sehat yang amat digemari masyarakat diberbagai kelas. Biasanya buah dikonsumsi secara langsung atau diolah menjadi jus. Salah satu buah yang kerap disajikan dalam bentuk jus ialah buah naga. Buah... baca selengkapnya

Teknologi Tepat Guna yang Mendukung Penguatan Sistem Inovasi di Daerah

11 April , 2017 , Kategori : Uncategorized
Teknologi Tepat Guna yang Mendukung Penguatan Sistem Inovasi di Daerah

Konferensi Nasional Teknologi Tepat Guna III Tahun 2016 “Teknologi Tepat Guna Untuk Mendukung Penguatan Sistem Inovasi di Daerah” Kerja Sama : Pusat Pengembangan Teknologi Tepat Guna – LIPI, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah... baca selengkapnya

Best Seller Mesin Potong kain Roll

13 January , 2016 , Kategori : Uncategorized
Best Seller Mesin Potong kain Roll

Mesin Potong Kain Roll yang mempunyai multi fungsi, yaitu : 1. Sebagai pemotong KAIN ROLL atau GULUNGAN. 2. Sebagai Mesin Penggulung kain (gulung ulang) sehingga padam tahun 2015 telah terjual hampir 20 unit tersebar di beberapa kota di Indonesia.... baca selengkapnya

Sejarah Teknologi Tepat Guna

14 October , 2015 , Kategori : Uncategorized
Sejarah Teknologi Tepat Guna

Teknologi tepat guna adalah ada sebuah gerakan idelogis (termasuk manifestasinya) yang awalnya diartikulasikan sebagai intermediate technology oleh seorang ekonom bernama Dr. Ernst Friedrich “Fritz” Schumacher dalam karyanya yang berpengaruh, Small is Beautifull. Walaupun nuansa pemahaman dari teknologi tepat guna sangat beragam di antara banyak... baca selengkapnya

Keranjang Belanja Anda
Jumlah Barang : pcs
  • saoman
    kepada sumber karya ; saya ingin mendapatkan mesin pemotong singgkong (kripik singkong) bagemana. saom »
  • Imam gozali
    Terima kasih pada Aneka mesin Semarang yang telah membuatkan mesin untuk usaha kami. Kami sangat terantu sekal »
  • Apay
    terimaksih AMS....dengan suply mesin bakso....usaha kami jadi rame kondeeee he.he.he...semoga sukses selalu... »
  • sumber_karya
    Terima kasih Pak Anto atas kepercaayanya kepada kami, smoga usaha Pak Anto juga semakin sukses...aamiin. SALAM »
  • Anto
    Alhamdulillah dengan mesin potong Kain roll yg saya beli di aneka mesin semarang.. produktifitas usaha kami l »
* klik gambar produk

7 RAHASIA BELAJAR BISNIS ONLINE

Submit URL

Submit ExpressSEO Services & Tools

Produk Karet

engine

Trend Mesin

Profesional Hosting

hosting

Solusi UMROH dan HAJI

umroh

SubmiiteX.com

free website promotion SubmitX.com

POJOK IKLAN

yANG MASNG IKLAN

WA. O85702120457


Hotline : 085702120457/087823921919 SMS Center : 087823921919 BB Messenger : anekamesin.semarang@gmail.com